Opini

Senin, 01 Juni 2015 11:23:53

FIFA Jatuhkan Sanksi ke PSSI, Bagaimana Nasib Sepakbola Tanah Air?

Ilustrasi

Oleh: Andi Abdullah Sururi

Menpora Imam Nahrawi menyatakan masyarakat Indonesia tak perlu takut jika FIFA menjatuhkan sanksi untuk sepakbola Indonesia. Dan sanksi itu kini telah benar-benar jatuh.

"Masyakarat Indonesia tidak boleh takut, tidak boleh gentar. Kalau selama ini kita mengagung-agungkan mereka, sesungguhnya ada masalah yang sangat besar," demikian Imam menanggapi ditangkapnya sejumlah petinggi FIFA oleh polisi Swiss yang bekerja sama dengan FBI pada Rabu (27/5) lalu.

"Kalau ada yang menakut-nakuti sanksi FIFA, Indonesia disanksi, Imam Nahrawi bertanggung jawab apapun keputusan FIFA," sambungnya.

"Kita ingin sepakbola Indonesia berprestasi, membanggakan. Jangan sampai pemain dan pelatih berlatih sedemikian rupa, tapi ada kondisi di mana ada orang lain terlibat, mafia-mafia sepakbola."

Sanksi itu sudah jatuh per Sabtu (30/5) kemarin, sampai waktu yang tidak ditentukan. Secara legal hukuman itu dijatuhkan kepada PSSI selaku federasi anggota FIFA, karena ada pelanggaran statuta yaitu intervensi pemerintah.

Konsekuensinya, PSSI kehilangan hak-haknya sebagai anggota FIFA. Dalam Pasal 12 ayat 1 Statuta FIFA, tentang keanggotaan FIFA, disebutkan bahwa setiap anggota memiliki hak-hak sebagai berikut:

(a) Ikut ambil bagian dalam kongres;

(b) Menyertakan proposal-proposal untuk dicantumkan di agenda kongres;

(c) Menominasikan kandidat dalam pemilihan presiden FIFA;

(d) Berpartisipasi dalam kompetisi-kompetisi yang dikelola FIFA;

(e) Melakukan semua hal-hal lain yang muncul dari statuta dan aturan-aturan lain.

Dalam Pasal 14 ayat 3 tentang suspension, ditulis bahwa "Anggota yang diskors kehilangan semua hak-hak keanggotaannya. Anggota yang lain juga tidak boleh melakukan hubungan keolahragaan dengan anggota yang terhukum itu".

Jadi, kalau Anda berharap Manchester City, AS Roma, Liverpool, atau tim-tim mancanegara itu melakoni tur pramusim di Gelora Bung Karno, seperti yang makin jadi tren dalam beberapa tahun terakhir, maka untuk sementara waktu hal itu tidak akan terjadi. [Tapi kita masih bisa menikmati siaran langsung pertandingan liga-liga Eropa, karena hal itu tidak terkait dengan federasi]

Dan juga, karena keanggotaannya dibekukan, PSSI juga tidak akan lagi mendapatkan fasilitas dari program-program pengembangan FIFA, dan juga pelatihan-pelatihan, selama menjalani hukumannya.

Dari sekian konsekuensi itu, satu yang paling dekat adalah Persipura dipastikan tidak bisa lagi melanjutkan upayanya meminta penjadwalan ulang untuk pertandingan melawan Pahang FA di Piala AFC. Yang masih boleh dilakukan adalah mencari kebenaran, sebab apa Pahang FA tidak memperoleh visa di bandara Soekarno-Hatta, sehingga mereka kembali ke negaranya dan batal melanjutkan penerbangan ke Jayapura.

Dicoretnya Indonesia dari kualifikasi Piala Dunia 2018 juga sangat realistis. Sebab, jadwal pertandingan pertama Indonesia sudah dekat, yakni pada 11 Juni mendatang melawan Taiwan. Jika demikian, berarti Indonesia dipastikan kembali gagal mewujudkan mimpi yang hingga kini memang masih sebatas mimpi: main di Piala Dunia.

Masih untung FIFA membolehkan Indonesia tampil di SEA Games bulan depan di Singapura -- karena SEA Games memang "yurisdiksi" FIFA, dan tidak dihitung sebagai poin. Setelah itu, sepakbola Indonesia untuk sementara waktu dianggap "tiada" oleh FIFA.

Pertanyaan di luar konteks ini adalah, mampukah timnas U-23 memperoleh medali emas di SEA Games nanti, sekaligus menunjukkan kepada masyarakat Indonesia, bahwa ada prestasi yang masih bisa dicetak oleh mereka?


Editor : Hamdan
Sumber : Andi Abdullah Sururi/ Detiksport.com
2  Next





Peringatan : Komentar di bawah ini diluar tanggung jawab Bacaini.com !

Comments



Terpopuler
Copyright © 2014 BACAINI.COM. All Rights reserved.
free website hit counter