Opini

Rabu, 04 Februari 2015 18:29:19

Pilihan Rakyat di Tengah Gelombang Ekonomi

Ilustrasi (Shutterstock)

Oleh: Budi Sulistyo

Kondisi perekonomian nasional belum menunjukkan perubahan signifikan. Pemerintah tampaknya harus bekerja lebih keras menciptakan stabilitas ekonomi agar ada kepastian bagi dunia usaha dan mengurangi beban yang ditanggung oleh masyarakat.

Awal pemerintahan, Jokowi-JK sudah dipusingkan dengan beban berat subsidi bahan bakar minyak (BBM). Sebagai solusi, pemerintah menaikkan harga jual BBM di dalam negeri. Pertengahan November 2014 Presiden Jokowi pun resmi menaikkan harga BBM. Meski pemerintah memberi kompensasi dana tunai bagi masyarakat kurang mampu, tapi nyatanya kenaikan harga BBM telah membuat rakyat menjerit karena harga kebutuhan pokok ikut melambung tinggi.

Baru beberapa bulan berjalan, tepatnya pertengahan Januari 2015, pemerintah membuat keputusan menurunkan kembali harga BBM, seiring menurunnya harga minyak dunia. Harga BBM dalam negeri direvisi, yang semula premium Rp 8.500 menjadi Rp 6.600/liter, solar Rp 7.250 menjadi Rp 6.400/liter.

Keputusan pemerintah menurunkan harga BBM tidak memberi pengaruh besar bagi penekanan inflasi. Dari analisis Institute for Development of Economic and Finance (Indef) menunjukkan inflasi pada Januari 2015 tetap tinggi, bergerak antara  rentang 0,2 sampai 0,3 persen, sedikit menurun dari inflasi pada Desember 2014, sebesar 2,46 persen. Ditambah lagi dengan lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, penurunan harga BBM juga tidak membuat harga bahan baku dan barang produksi penurun. Selanjutnya, jika beban inflasi terus tinggi, maka daya beli masyarakat akan menurun.

Sebagaimana amanat Undang-undang, tujuan pembangunan adalah untuk menciptakan masyarakat yang adil dan makmur. Artinya, pemerintah harus menjaga stabilitas ekonomi dengan menciptakan iklim usaha yang kondusif dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Secara garis besar pemerintah harus menciptakan keseimbangan antara fiskal dan neraca pembayaran, dan permintaan domestik dengan keluaran nasional. Setidaknya pemerintah harus mampu membiayai pembangunan secara berkesinambungan.


2  Next





Peringatan : Komentar di bawah ini diluar tanggung jawab Bacaini.com !

Comments



Terpopuler
Copyright © 2014 BACAINI.COM. All Rights reserved.
free website hit counter