Rabu, 09 November 2016 17:19:42

Asap Shisha Tingkat Polusinya Lebih Tinggi Ketimbang Asap Rokok

Kesehatan

Ilustrasi

BACAINI, Jakarta - Tren menghisap shisa atau disebut juga dengan hookah, membuat banyak kafe menyediakan rokok Arab ini. Padahal, asap dari rokok shisha lebih polutan di dalam ruangan.

Penelitian mengungkap, menghisap shisha di dalam ruangan menghasilkan lebih banyak karbon monoksida, gas racun, dan juga partikel polutan kecil yang disebut PM 2.5 dalam kadar jauh lebih besar dibanding dengan yang dihasilkan oleh rokok biasa.

Dalam ruangan yang memang disediakan khusus untuk menghisap shisha, tingkat polusi udaranya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan ruangan merokok tembakau. Demikian menurut kesimpulan penelitian di Dubai dan dipublikasikan dalam jurnal Tobacco Control.

"Ada kesalahpahaman yang berkembang bahwa hookah (shisha) lebih aman dibanding rokok. Merokok hookah di rumah bisa berbahaya, bukan hanya bagi perokoknya tapi juga anak-anak dan orang lain di sekitarnya," kata Dr.Michael Weitzman yang melakukan penelitian ini.

Selama satu sesi merokok shisha, perokok bisa menghirup zat yang setara dengan asap dari 150 batang rokok.

Hookah memang sering dijadikan alternatif dari produk tembakau, misalnya tembakau kunyah. Secara global, menghisap hookah biasanya dilakukan remaja, baik laki-laki atau perempuan.

Untuk mengetahui efek merokok shisha di ruangan tertututup, tim peneliti mengumpulkan contoh udara di 33 rumah di Dubai. Dari jumlah itu 11 rumah hanya merokok shisha, 12 rumah hanya merokok tembakau, dan 10 rumah tidak ada perokok sama sekali.

Contoh kualitas udara diambil di ruangan tempat penghuni rumah merokok, baik shisha atau tembakau, selama satu jam. Kemudian dibandingkan dengan rumah yang bebas dari asap rokok.

Para peneliti menggunakan penyaring udara untuk mengukur level karbon monoksida, karbon hitam, dan partikel polutan 2,5 mikron, yang bisa diserap oleh paru-paru dan masuk ke aliran darah.

Hasilnya, kadar karbon monoksida dan polutan lain lebih tinggi di ruangan tempat merokok shisha.

"Bahkan walau asap sudah melewati air, yang sebenarnya membuatnya lebih dingin dan mudah dihirup, asap itu masih mengandung zat karsinogen seperti halnya rokok tembakau," kata Thomas Eissenberg yang banyak meneliti tentang penggunaan tembakau.

Karena itu sebaiknya jangan merokok hookah di dalam rumah, apalagi jika di dalamnya juga tinggal anak-anak, ibu hamil, dan orang lanjut usia.


Sumber : Health.kompas.com





Peringatan : Komentar di bawah ini diluar tanggung jawab Bacaini.com !

Comments



Terpopuler
Copyright © 2014 BACAINI.COM. All Rights reserved.
free website hit counter