Batu Mulia

Senin, 31 Agustus 2015 01:06:57

Membangun Lab Batu Mulia Tidak Seperti Membangun Mini Market

ABAMI Bersama Pemerintah Diharapkan Segera Menetapkan Standarisasi Lab

bacaini

Illustrasi: Gemolog Memeriksa Batu Mulia

BACAINI, Jakarta - Demam batu mulia nusantara yang melanda Indonesia beberapa waktu belakangan ini mulai sedikit mereda akibat menurunnya kemampuan beli masyarakat akibat ekonomi yang kurang baik. Bak penyakit demam, penurunan pembelian batu mulia nusantara mengalami penurunan yang cukup signifikan. Berbagai pedagang batu mulia nusantara atau yang banyak disebut sebagai pedagang batu akik, kini harus berbenah diri untuk mengembalikan pasar batu akik nusantara yang kian menurun.

"Pasar batu mulia nusantara atau batu akik memang mengalami penurunan akibat gejolak ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat, tetapi in bukan semata-mata menjadi alasan utama turunnya penjualan batu akik", ujar Indra Fahrizal, Ketua Umum Asosiasi Batu Mulia Indonesia (ABAMI), saat di temui oleh redaksi bacaini ini siang (31/8) tadi siang di mall Tamini. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa, faktor dimana masyarakat sudah memahami akan nilai sebuah batu mulia serta penjualan batu akik yang hanya melihat dari sisi keuntungan sesaat tanpa edukasi yang baik membuat tingkat kepercayaan masyarakat terhadap batu akik semakin menurun. "Saat ini masyarakat lebih menyukai membeli batu dengan sertifikat atau id tag dari lab, sehingga aksi "menggoreng" harga batu akik sedikit dapat diredam", ujar pria yang memiliki gelar doktor dari Universitas Negeri Jakarta ini.

Ketika dikonfirmasi tentang isu akan dimunculkannya 100 lab dari sebuah perusahaan yang berkedok komunitas, Indra menjawab dengan santai bahwa membangun laboratorium batu mulia tidaklah mudah. Infrastruktur dapat dengan mudah di penuhi, tetapi bagaimana dengan sumber daya manusianya ?. "Jangan salah mengerti bahwa aksi korporasi berkedok komunitas yang melihat peluang bisnis di sebuah laboratorium batu mulia tidaklah cukup untuk membuat laboratorium batu mulia di Indonesia", tambahnya.

Sementara di tempat terpisah, pembina Asosiasi Batu Mulia Indonesia (ABAMI), Jendral (Purn) Wiranto mengatakan bahwa dirinya menyambut baik jika ide tersebut dapat jalankan dengan tujuan yang mulia dan bukan sekedar mencari keuntungan sesaat. "Perlu di cermati bahwa membangun lab batu mulia tidaklah sama seperti membangun mini market atau toko batu mulia. Kualitas lab sangat ditentukan oleh kualifikasi dari si gemolognya, menjadi seorang gemolog yang handal bukanlah hal yang mudah karena membutuhkan pengetahuan baik secara formal hingga pengalaman serta pembaharuan terhadap berbagai varian batu mulia yang ada di dunia dan Indonesia khususnya", ujar purnawirawan jendral yang juga ketua umum salah satu partai politik  di Indonesia. 

Wiranto juga berharap, ABAMI bersama pemerintah dapat segera membuat standarisasi laboratorium batu mulia dan melakukan akreditasi terhadap berbagai lab yang saat ini banyak berdiri. Dengan akreditasi yang dijalankan secara baik dan benar maka tingkat kepercayaan masyarakat tetap terjaga. (bs)


Penulis : Bs
Reporter : Aditya





Peringatan : Komentar di bawah ini diluar tanggung jawab Bacaini.com !

Comments



Terpopuler
Copyright © 2014 BACAINI.COM. All Rights reserved.
free website hit counter